Kepedulian Lira : 1. Pengambangan Pendidikan 2. Pengurangan Pengangguran 3. Global Warming / Lingkungan 4. UMKM dan Koperasi 5. Kesehatan masyarakat 6. Anti Narkoba 7. Anti Korupsi 8. Kebudayaan Lokal INFAQ ke : Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) A/C 0003.01.001223.308 Bank BRI Cabang Banjarmasin
Minggu, 16 Agustus 2009
Lira cetak Rekor Muri
Sabtu, 08 Agustus 2009
Lira Kalimantan Selatan berkunjung ke Adaro
Minggu, 02 Agustus 2009
Pemerintah harus tegas terhadap Blackberry
Jakarta (ANTARA News) Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mendesak pemerintah untuk bersikap tegas mengenai peraturan tentang Blackberry dan terhadap produsennya Research In Motion (RIM).Roy mengatakan kenaikan persentase pengguna Blackberry mencapai 500 persen sejak pertama kali muncul pada 2005 yang pada saat itu izin importasi masih dipegang oleh satu operator saja.
Pihaknya mengimbau agar pemerintah, dalam hal ini Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) bersikap tegas terhadap RIM untuk serius membangun pusat layanan purna jual (service center) dengan standar yang berlaku.
"Pengguna BB (Blackberry) di Indonesia sudah sekitar 500 ribu namun untuk menservis harus ke negara tetangga," ujarnya.
Hal lain yang juga disinggung adalah ketegasan badan regulator untuk menetapkan peraturan penolakan aplikasi permohonan sertifikasi produk BB, apabila pusat layanan purna jual belum dibentuk, yang semula ditetapkan paling lambat 16 Juli lalu dimundurkan menjadi 21 Agustus.
"Kami dukung pemerintah untuk tegas, namun regulator tidak konsisten dalam menerapkan peraturan tanggal," ujarnya.
Roy menambahkan hal ini bukan hanya tentang sebagian masyarakat yang dianggap mampu membeli produk yang berharga sekitar Rp6 juta itu tapi menyangkut kebijakan yang harus diluruskan sehubungan tiga operator yang diperkirakan siap menyusul untuk mengeluarkan Blackberry CDMA (code division multiple access), memberikan akses pemakaian pada banyak pengguna pada frekuensi dan waktu yang sama, dengan kisaran harga Rp2 juta.
"Jangan sampai pemerintah kesannya tidak siap, ya sudah menerima apa adanya sajalah, kasihan masyarakat nantinya," katanya. (*)
Selasa, 28 Juli 2009
Golkar Sebaiknya jangan melacurkan diri minta jatah di kabinet SBY-Boediono
JAKARTA --- Partai Golkar sebaiknya jangan melacurkan diri minta jatah di kabinet SBY-Boediono. Lebih baik Golkar melakukan konsolidasi mempersiapkan diri dan berada di luar system, sebagai konsekwensi politik yang tidak memberikan dukungan politik bagi pasangan SBY-Boediono. Sejak tahun 2004 Partai Golkar tidak pernah memberikan dukungan politik bagi SBY. “Saya rasa cukup fair jika Golkar tahu diri untuk mengambil sikap berada di luar system dan tidak perlu merengek-rengek meminta jatah kursi dalam kabinet SBY-Boediono. Golkar harus memiliki harga diri dan mawas diri,” tegas HM. Jusuf Rizal, SE, Direktur President Center – relawan SBY-Boediono pada Pilpres 2009 --- menjawab pertanyaan wartawan tentang posisi Golkar seusai memimpin persiapan Rapimnas LIRA di Jakarta, kemarin.
Dikemukakan, Partai Golkar sebenarnya tidak memiliki peran yang signifikan dalam memberikan dukungan kepada SBY, baik pada Pilpres 2004 maupun Pilpres 2009. Menurut Jusuf Rizal – pendiri Blora Center – tahun 2004 Partai Golkar memberikan dukungan kepada pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid. Tahun 2009, Golkar mendukung M. Jusul Kalla-Wiranto. “Jadi aneh jika kemudian Golkar gotot minta jatah kursi, apapun alasannya padahal tidak pernah berkeringan memperjuangkan kemenangan SBY-Boediono,” tegasnya.
Namun demikian lanjut pria yang juga menjabat Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) segala keputusan ada ditangan SBY-Boediono. Berbagai keputusan tentang susunan kabinet menurutnya perlu dicermati oleh SBY agar nanti dalam pemerintahannya memimpin Republik Indonesia untuk periode 2009-2014 bisa berjalan maksimal. Dan bilamana ada figur-figur dari Partai Golkar yang dinilai memiliki kemampuan, SBY boleh saja mengakomodir, tetapi bukan merupakan repfresentasi dari Partai Golkar, tapi lebih kepada kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki.
Anak muda dan Profesional
Lebih lanjut dikemukakan, SBY diharapkann juga mengakomodir potensi kaum muda yang professional guna memperkuat pemerintahannya. SBY harus ikut meletakkan fundamental kepemimpinan dengan memberikan kesempatan bagi kaum muda ikut berkiprah dalam kabinetnya agar nantinya pada suksesi Presiden tahun 2014-2019, kaum muda telah terlatih dalam mengelola pemerintahan.
Periode tahun 2009-2014, papar Jusuf Rizal merupakan masa transisi dan peralihan dari generasi tua kepada generasi muda. Untuk itu peran generasi muda perlu lebih banyak diberi kesempatan, agar nantinya setelah SBY-Boediono mampu menyelesaikan kepemimpinannya, tongkat estafet telah siap diterima oleh generasi muda.
Senin, 20 Juli 2009
Press Release : Lira Turut mengutuk keras aksi teror dan mendukung SBY menindak pelaku apapun latarbelakangnya
JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mengutuk keras aksi teror di Hotel JW. Marriott dan Ritz Carlton serta mendukung sikap Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menelusuri, mengejar dan menangkap aktor intelektual, apapun latarbelakangnya. Penegak hukum diminta segera membentuk tim secara khusus guna membongkar adanya kemungkinan aksi pengeboman terkait dengan masalah Pimilihan Presiden (Pilpres) 2009.“LIRA meminta agar SBY tidak takut menghadapi aksi teror yang tentu saja ingin membuat situasi keamanan dalam negeri menjadi kacau. Apalagi menurut informasi yang kami peroleh aksi lain masih akan terus berlanjut,” tegas Presiden LIRA, Drs. H.M. Jusuf Rizal, SE di Jakarta, kemarin menjawab pertanyaan sehubungan dengan adanya pengeboman Hotel JW. Marriott dan Ritz Carlton.
Menjawab pertanyaan tentang adanya kemungkinan aksi bom ini terkait dengan hasil Pilpres 2009, menurut Jusuf Rizal berbagai kemungkinan bisa menjadi latar belakang adanya aksi teror
ini. Ia menduga berbagai peristiwa yang terakhir ini banyak terjadi bisa jadi memiliki kaitan erat, mulai dari kasus penembakan di Papua, Perampokan uang Rp. 15 millyar hingga peristiwa pengeboman.
Berdasarkan informasi yang LIRA peroleh, dikatakan kemungkinan aksi-aksi seperti ini akan terus berlanjut, terutama yang terkait dengan adanya upaya untuk menggagalkan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 dengan berbagai upaya. Pria yang juga menjabat sebagai
Direktur President Center – dulu Blora Center – meminta aparat meningkatkan kewaspadaan sebab berdasarkan informasi masih ada beberapa titik yang akan menjadi sasaran.
LIRA juga meminta agar para penegak hukum mewaspadai gerakan kelompok aktivitas yang bergerak atas nama demokrasi dan HAM yang akan merongrong kewibawaan pemerintah, bahkan akan melakukan berbagai aksi guna menolak hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
Aksi-aksi tersebut akan menggunakan isu neolib, isu kecurangan Pemilu, anti SBY dan berbagai isu-isu lain yang bersifat provokatif.
Kamis, 16 Juli 2009
Gerakan Penanggulangan Pengangguran
Pengangguran terkena PHK pabrik maka harus dicarikan solusinya dengan memberikan pekerjaan yang tidak harus mempunyai ketrampilan seperti penanaman pohon keras dilokasi bekas tambang dan bekas illegal loging serta daerah gundul. Atau denganb memberikan pelatihan kewirausahaan serta memberikan modal.
Pengangguran Tamatan SLTA dan perguruan tinggi yang baru, mereka harus dididik kemampuan skill tekniss Welder, bengkel dll dengan sertifikasi supaya mereka bisa mandiri dan bisa bekerja di lingkungan sendiri atau luar negeri, pelatihan ketrampilan tersebut minimal 6 bulan dan atas biaya pemerintah.
Semakin memaksimalkan sekolah kejuruan dan membuka jurusan yang sesuai dengan keinginan, keperluan Industri ataupun dunia bisnis lainnya.
Bila hal hal dilakukan dengan benar maka para lulusan tidak harus menganggur karena mereka mempunyai ketrampilan teknis maupun kewirausahaan..
Ditahuan 2009 Lirakalimantan telah bekerjasama dengan Disnaktertrans dan beberpa perusahaan dalam Pelatiha Basic skill, Pelatihan Kewirausahaan, Seminar seminar dll. demikian, kita tunggu follow up dari pemerintah daerah maupun pusat selanjtnya.
Jumat, 10 Juli 2009
Memantau Pilpres
Menghadiri kampanye SBY For Presiden
Selasa, 30 Juni 2009
Seminar Multiplier effek shodaqoh bagi Pemberi dan penerima shodaqoh
Selasa, 16 Juni 2009
Memilih seorang pemimpin
gampang gampang susah
gampang bila memilih tanpa makna
gampang memilih tanpa tujuan apa apa
gampang memilih tanpa tekanan
gampang memilih tanpa ikatan
gampang memilih tanpa mempunyai perasaan yang rumit
susah bila memilih untuk negara
susah memilih berdasar suku
susah meilih berdasar golongan
susah memilih berdasar agama
susah memilih dengan mencari cari kesalahan
susah memilih dengan mencari pembenaran
namun
gampang atau susah tentu kita harus memilih
mungkin akan memilih paling tidak
yang mempunyai resiko paling kecil dan
yang mempunyai manfaat lebih besar
bagi bangsa Indonesia, bagi Rakyat Indonesia, Bagi Masyarakat Indonesia
BRAVO INDONESIA
Senin, 08 Juni 2009
Pengobatan Gratis
Minggu, 24 Mei 2009
Team Pemenangan SBY Boediono Presiden center di deklarasikan
Tim Sukses SBY Resmikan Presiden CenterJum'at, 22 Mei 2009 - 18:32 wibIrma Yani - Okezone TEXT SIZE : JAKARTA - Tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden SBY-Boediono meresmikan Presiden Center Indonesia. Pusat badan pemenangan SBY-Boediono ini merupakan kelanjutan dari Blora Center, tim sukses yang menjala dukungan bagi SBY pada Pilpres 2004 lalu.
"Kini pada Pilpres 2009 peran Blora Center diambil alih Presiden Center dengan peran yang lebih luas," kata Direktur Presiden Center Jusuf Rizal, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
Tim di Presiden Center menurutnya akan turun hingga ke lapisan bawah masyarakat untuk membantu SBY menyosialisasikan apa yang dilakukan SBY selama lima tahun memimpin Indonesia.
Jaringan Presiden Center sudah terbentuk di 33 provinsi, sejumlah tokoh partai bergabung dalam tim. Di antaranya Ahmad Mubarok, Sudi Silalahi, Jafar Hafsah, Arif Siregar, Tri Yulianto, dan Ketua DPD I Golkar Gorontalo Fadel Muhammad.
"Nama lain tengah dikonfirmasi," katanya.
Dalam keterangan persnya, tim ini memberikan sembilan alasan mengapa rakyat harus memilih SBY. Di antaranya SBY telah membangun perekonomian yang kokoh karena SBY selama lima tahun mempu mendongkrak pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen dengan inflasi yang terkendali.
SBY disebut memihak petani dan rakyat kecil, di mana SBY berhasil melakukan swasembada beras dan mengeluarkan kebijakan BLT.(fit) (mb
Senin, 13 April 2009
Pantauan Pemilu oleh Lirakalimantan
Ada Banyak hal yang juga memprihatinkan adalah pelaksanaan Pemilihan kali ini adalah terdapat banyaknya pemilih yang tidak masuk dalam Daftar pemilih tetap (DPT) walau lokasi pelaksanaan pemilihan umum terjadi diwilayah (diRT) tersebut.
Muhammad Naim sebagai salah satu pimpinan organisasi Lira diwilayah Kalimantan Selatan selain tidak mendapat Undangan juga tidak masuk dalam daftar pemilih tetap sehingga tidak bisa menjatuhkan pilihanya, walau tahun lalu masih bisa memilih.
Selayaknya masyarakat komplain terhadap kinerja KPU sekarang ini dan mengharapkan KPU bisa memperbaiki pada saat pilpres nanti.
(GB) Terlihat Anggota Lira sedang mengamati penghitungan suara.
Kamis, 09 April 2009
Tidak Masuk Daftar Pemilih Tetap
Bahkan dengan emosi beberapa masyarakat dengan menunjukkan ktp tetap tidak bisa memilih karena kata petugas kps tidak ada. Mungkin KPU harus diberikan peringatan yang tegas, Jika perlu Pimpinan KPU pusat di copot atau diberhentikan karena tidak bisa melaksanakan pemilihan umum dengan benar.
hak masyarakat untuk memilih dilangkan paksa oleh KPU dengan banyaknya masyarakat tidak masuk DPT sehingga tidak bisa memilih.
Rabu, 11 Maret 2009
Biang Kemacetan dan kesalahan di jalan
Rabu, 07 Januari 2009
Merealisasikan kepedulian Lumbung Informasi rakyat Kalimantan Selatan
Lira Institute sebagai lembaga otonom Lira telah kosentrasi pada pelaksanaan seminar seminar dan pelatihan pelatihan singkat seperti pendidikan yang pernah di adakan di Graha Abdi Persada Banjarmasin pada tanggal 20 Desember 2008 yaitu seminar dengan tema "Prospek dan Strategi pengembengan pendidikan di Kalimantan Selatan.
Lira Kalimantan Selatan juga merencankan mendirikan Lembaga pendidikan dan pelatihan kerja di Banjarmasin, lembaga Pendidikan dan pelatihan kerja tersebut dinamakan "Global Institute" yang akan di launching pada awal pebruari 2009.
Lembaga Global Institute nantinya akan memberikan pelatihan-pelatihan dan kursus kursus teknis dibidang Kewirausahaan, Teknik pertambangan, teknik perkebunan, teknik pertanian, Motivasi, marketing, Perbankan, Psikologi, komputer, bahasa asing dll.
Kami berharap partisipasi pemerintah dalam hal ini Dinas pendidikan dan kalangan usaha khususnya, yang berada dikawasan Kalimantan Selatan. Kami juga mengharapkan partisipasi perusahaan Tambang dan perkebunan untuk bersama sama mendukung upaya penanggulangan pengangguran dengan memberikan beasiswa pada tamatan sekolah lanjutan atas yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi untuk kursus dan pelatihan- pelatihan teknis.
Untuk mendukung program program dibidang pengembangan sektor Ekonomi dan Koperasi Lira Kalimantan Selatan Selatan akan mendirikan Koperasi di wilayah Kalimantan Selatan, yang akan di launching pada pertengahan bulan Pebruari tahun 2009, dengan Nama Koperasi LIRa (Lumbung Investasi Rakyat).
Dalam tahap pertama Koperasi kosentrasi dibidang Serba Usaha khususnya penjualan barang ATK, Photo Copy dan warung Mahasiswa. Koperasi LIRa anggotanya dari kalangan pengurus Lira, anggota Lira dan mahasiswa namun juga membuka diri terhadap kenggotaan dari masyarakat umum .
Rekomendasi Seminar Pendidikan
Mnaim Gubernur Lira kalimantan Selatan menambahkan "Pemerintah Daerah diharapkan bertindak cepat dan profesional untuk menghadapi ancaman PHK yang digembar gemborkan kalangan usaha dimasa akan datang karena imbas krisis keuangan Global, serta mencegah timbulnya pengangguran baru dengan mengupayakan lulusan SLTA yang tidak meneruskan ke Perguruan tinggi harus di biayai pemerintah untuk mengikuti kursus atau pelatihan teknis"
Alokasi 20% dana yang digulirkan untuk sektor pendidikan juga diharapkan menyentuh sekolah sekolah luar biasa, sekolah Agama seperti madrasah, pesantren, kursus-kursus dll.
Rabu, 24 Desember 2008
Kilas Balik Tahun 2008
Kebebasan dalam berpolitik, kebebasan mengemukakan pendapat bangsa Indonesia telah membawa bangsa ini menjadi bangsa yang mulai melupakan adad istiadad nenek moyang, mulai mengurangi penghormatan terhadap orang tua, berbicara semau sendiri berkata, semau sendiri. Kebebasan telah membuat banyak orang berkampanye baik melalui media elektronik sampai pengibaran atribut atribut partai di pinggir jalan yang membuat jalan terkesan kumuh penuh dengan aribute partai, jalan jalan layaknya tempat pertunjukan demokrasi yang bebas. Disisi lain tumbuhnya partai partai baru dengan penawaran yang berbeda memberikan pilihan kepada rakyat untuk menentukan pilihan.
Saya pribadi untuk mengapresiasi keadaan ini dengan bergabung dengan Organisasi Lumbung Informasi Rakyat dan mendirikan LIRA Kalimantan Selatan. Kami berkonsentrasi pada sikap Independen dan tetap mendukung kebebasan berpikir, kebebasan beragama, kebebasan berpendapat namun lira kalimantan selatan mengharapkan semua kebebasan tetap harus memegang teguh Norma, aturan dan etika berbangsa dan bernegara.
Ekonomi
Awal tahun 2009 segala usaha yang telah berhasil pada tahun sebelumnya dan telah gagal akan mewarnai dalam pengambilan kebijakan di tahun 2009 , Usaha dibeberapa bidang mengalami kemunduran namun dibidang lainya juga mengalami kemajuan.
Kenaikan bahan bakar minyak di awal dan pertengahan tahun 2008 sampai menyentuh angka US$ 147.00 memberikan tekanan berat kepada masyarakat keseluruhan dengan adanya pengurangan Subsidi bahan bakar minyak karena harga minyak yang melambung sangat tinggi di pasar global sehingga mempengaruhi pasar domestik, Hancurnya perekonomian Amerika, Eropa dan asia lainya yang diakibatkan krisis keuangnan global telah membuat banyak masyarakat dunia kehilangan pekerjaan, sehingga demand akan barang menurun yang mengakibatkan produksi untuk ekspor juga turun. hak tersebut akan mengancam para pekerja yang akan terkena PHK. Anjloknya harga minyak dunia sampai kurang dari US$ 40.00 sedikit memberikan angin surga ke masyarakat Indonesia sehingga harga minyak turun kembali menjadi seperti harga sebelumnya.
Kurangnya permintaan diluar negeri mengakibatkan banyaknya produksi barang ekspor meng evaluasi lagi untuk merevisi kuantitas ekspornya dan akan mengalihkan ke Domestik market. Diharapkan pemerintah menumbuhkan daya beli masyarakat dengan dengan cepat menciptakan peluang peluang kerja baru di sektor Pembangunan infrastruktur, pertambangan, sektor perumahan, sehingga multiplier efeknya akan terasa di masyarakat.
Saya pribadi tetap optimis menghadapi tahun 2009 dengan berusaha menciptakan peluang peluang usaha baru, menciptakan pekerjaan baru dan memberikan pelatihan pelatihan ke masyarakat etc.
Politik dan Keamanan
Tahun 2008 adalah tahun banyak nya kejadian yang berhubungan dengan kasus para politikus terjerat masalah Korupsi, Mesum, penipuan dan lain lain disisi lain membuat masyarakat menjadi kurang tertarik untuk menjatuhkan pilihannya ke calon calon anggota legislative. namun situasi ini tidak menyurutkan para pendaftar untuk menjadi calon anggota legislative yang marak diseluruh indonesia di hampir semua partai. Keinginan Para beberapa partai Incumben Legislative menginginkan untuk menjadi legislative pemilihan ditentukan oleh nomor urut sehingga untuk urutan teratas yang notabene di tempati para politisi senior dianggap menutup regenerasi atau pergantian calon legislative yang akan datang. Mahkamah Konstitusi Desember 2008 menetapkan bahwa kemenangan calon anggota legislative ditentukan berdasar suara terbanyak, ini membuta beberapa anggota legislative incumben agak meradang.
Semaraknya menjelang tahun 2009 semua partai mengibarkan bendera dan atribute partai mulai dari depan rumah, dipinggir jalan, di pinnggir lapangan bahkan sampai dipinggir hutan pun penuh dengan atribut atribute partai, gambar gambar caleg partai partai menghiasi setiap pertigaan dan perempatan jalan. ini menunjukkan betapa beragamya Indonesia. Namun kita harapkan keberagaman partai tidak membuat masyarakat berpikir sempit dan tetap menjungung tinggi kepentingan yang paling besar adalah kepentingan nasional, Kepentingan bangsa Indonesia.
Situasi keamanan di tahun 2008 diwarnai berbagai kerusuhan Pilkada, Kerusuhan antara warga, kerusuhan antar kelompok geng, kerusuhan antara pelajar, kerusuhan antar mahasiswa yang merugikan kepentingan masyarakat. Kerusuhan yang diakibatkan oleh ulah provokator kerusuhan yang diakibatkan oleh sekelompok kecil masyarakat dengan membesar besarkan masalah untuk kepentingan pribadi atau golonganya sendiri. inilah yang akan menghancurkan persatuan Indonesia, Pemerintah (Polri dan TNI) diharapkan bisa bertindak tegas dan memenjarakan semua orang yang terlibat kriminal dan mengakibatkan adanya kerusuhan, tidak usah pandang bulu. Dengan bersatu, dengan hidup rukun kita bisa bersama sama menyelesaikan masalah ini sehingga kita tidak begitu terimbas dengan krisis keuangan Global. Marilah kita bersama sama bersatu padu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Jumat, 05 Desember 2008
Somasi DPP Lira ke Kapuspenkum M Jasman terkait dugaan korupsi HM Rusli Zaenal Gubernur Riau.
Jakarta, 1 Desember 2008
No. : 336/DPP-LIRA/XII/2008
Lampiran : -
Kepada Yth
KAPUSPENKUM KEJAGUNG RI
Di -
Tempat
merugikan negara sebesar Rp. 1,7 Triliun, dengan menyatakan bahwa Kejaksaan Agung RI belum bisa menetapkan Tersangka karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan... dst” sehingga terbaca dengan amat jelas Saudara M. Jasman Panjaitan SH selaku Kapuspenkum Kejagung RI patut diduga ada maksud-maksud terselubung dalam upaya melindungi secara melawan hukum terhadap oknum Gubenur Riau Saudara H.M. Rusli Zainal, karena :
1. Pernyataan M. Jasman dinilai telah mencoreng wibawa dan martabat Lembaga Kejaksaan Agung dan melecehkan pula kinerja Kejaksaan pada umumnya, karena fakta hukum dan fakta lapangan membuktikan, bahwa Gubernur Riau HM Rusli Zainal, SE sudah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung pada 6 Maret 2006 dengan surat Panggilan selaku Tersangka yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Sdr M. Jasman Panjaitan, SH
Perihal :
PEMBOHONGAN PUBLIK
Somasi atas pemberitaan fiktif yang dilakukan oleh Kapuspenkum Kejagung RI MudaTindak Pidana Khusus, Sdr. Soewandi,SHNo. B-284/F.2/Fd.I/03/2006 ( bukti P-2).
2. Bahwa justru pihak Kejaksaan Agung RI kami nilai telah mencoba melindungi Oknum Gubenur Riau Saudara H.M. Rusli Zainal SE, dengan tidak mengembangkan hingga tuntas atas kasus dugaan korupsi Proyek Multiyear tahun 2004-2009, karena hingga hari ini sama sekali tidak ada tindak lanjut dan upaya hukum yang dilakukan oleh para penyidik Kejagung, setelah panggilan tersebut, terlihat kasus menjadi adem ayem dan memberikan kesan seolah-olah Tersangka Saudara H.M RusliZainal, SE tidak bisa disentuh olehHUKUM;
3. Bahwa kami atas nama Rakyat meminta Saudara M. Jasman Penjaitan wajib menyampaikan secara terinci kepada media massa tentang status kasus Gubernur Riau HM. Rusli Zainal yang telah dijadikan sebagai tersangka sebagaimana surat yang pernah dikeluarkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Soewandi, SH No. B-284/F.2/Fd.I/03/2006, sejak tahun 2006 kenapa dan bagaimana sehingga kasus ini tidak berjalan dan wajib dilakukan paling lambat dalam tenggang waktu 3 kali 24 jam terhitung sejak surat somasi ini diterimanya.
4. Bahwa kami LIRA atas nama Rakyat RI, meminta agar Saudara M. Jasman dapat segera menanggapi dengan serius dengan memberikan klarifikasi atas somasi ini, jikalau somasi kami ini diabaikan, maka LIRA akan menempuh jalur hukum atas dasar pembohongan publik yang Saudara sengaja lakukan serta meminta kepada Presiden RI dan Kepala Kejaksaan Agung RI untuk memproses selain secara kode etik Kejaksaan juga secara proses hukum pidana atas perbuatan saudara yang sudah dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.
Demikianlah surat somasi ini dilayangkan untuk disikapi sebagaimana mestinya.
Presiden LIRA
Drs. M. Jusuf Rizal, SE
Tembusan:
1. Presiden RI
2. Kejagung RI
3. Media Massa
Selasa, 25 November 2008
SEMINAR PENDIDIKAN AKHIR TAHUN 2008
Pentingnya peningkatan kualitas pendidikan menjadi pokok pembahasan yang menarik karena terkait dengan ditingkatkanya anggaran pendidikan menjadi 20%.
Pada seminar tersebut diharapkan bisa memberikan masukan masukan baru untuk pelaksanaan pendidikan di Kalimantan Selatan agar sedapatnya memaksimalkan pencapaian tujuan sesuai anggaran pendidikan. Lirakalimantan juga mengajak berbagai komponen masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan anggaran untuk tujuan pendidikan tersebut. Peran aktif masyarakat dalam pengawasan proses dan pelaksanaan pendidikan akan turut membantu perkembangan pendidikan di Kalimantan Selatan.